PANDEGLANG, KOMPAS.TV - Seorang pemilik bengkel mengaku kesulitan akibat nilai tukar rupiah yang terus melemah menembus level Rp17.700 per dolar AS.
Pelemahan ini memicu lonjakan biaya operasional secara drastis, khususnya untuk harga suku cadang.
Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan para pemilik bengkel motor.
Di Pandeglang, Banten, pengusaha bengkel mengeluhkan tingginya harga suku cadang dan oli.
Kenaikan untuk harga suku cadang bervariasi mulai dari Rp20 ribu per part-nya. Sementara untuk harga oli, kenaikannya bisa mencapai Rp10 ribu.
Pemilik bengkel kini semakin tertekan. Selain harus membeli spare part dengan harga yang tinggi, sebagian konsumen juga mengeluh.
Mereka keberatan dengan kenaikan harga suku cadang dan oli, terlebih untuk oli merupakan bagian yang harus diganti setiap bulannya.
Dalam sepekan terakhir, rupiah terus mengalami pelemahan.
Setelah di akhir pekan lalu rupiah tembus di angka 17.500 per dolar Amerika Serikat, di awal pekan ini rupiah kembali anjlok dan menembus angka 17.700 per dolar Amerika Serikat.
Tentu kondisi ini sangat dikhawatirkan oleh pengusaha yang harus mengandalkan barang impor, salah satunya usaha montir.
Para pemilik bengkel kendaraan berharap agar kondisi ini bisa cepat pulih dan kembali normal agar tidak menurunkan produktivitas penjualan.
Baca Juga Didesak Mundur oleh DPR, Gubernur BI Yakin Rupiah Menguat pada Juli-Agustus | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/669832/didesak-mundur-oleh-dpr-gubernur-bi-yakin-rupiah-menguat-pada-juli-agustus-kompas-petang
#rupiah #bengkel #dolar
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/669866/rupiah-tembus-rp17-700-per-dolar-as-pemilik-bengkel-keluhkan-harga-spare-part-naik-berut