JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi II DPR mengkritisi kinerja Bank Indonesia di tengah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang menyentuh harga lebih dari Rp17.700 per satu dolar AS.
Dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia, salah satu anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN, Primus Yustisio dengan tegas menyarankan Gubernur BI Perry Warjiyo mundur jika tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjawab sejumlah kritik yang disampaikan terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Perry bilang rupiah memang cenderung melemah pada periode April hingga Juni, namun BI meyakini rupiah akan kembali menguat pada Juli-September.
Ekonom Ferry Latuhihin, menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sangat tergantung pada mekanisme pasar.
Ferry bilang melemahnya rupiah terhadap dolar bisa menjadi gambaran terhadap kondisi ekonomi.
Rupiah terus bertengger di level 17 ribu sejak awal April 2026 dan belum menunjukkan penguatan.
Angkanya makin menjauh dari target asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 yang dipatok di level Rp16.500 per dolar AS.
Baca Juga Kronologi Rupiah Loyo Terhadap Dolar AS Sentuh Rp17.700, Apa Penyebabnya? di https://www.kompas.tv/ekonomi/669824/kronologi-rupiah-loyo-terhadap-dolar-as-sentuh-rp17-700-apa-penyebabnya
#rupiah #bankindonesia #dpr
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/669832/didesak-mundur-oleh-dpr-gubernur-bi-yakin-rupiah-menguat-pada-juli-agustus-kompas-petang