LA PAZ, KOMPAS.TV - Para pengikut mantan Presiden Bolivia, Evo Morales bergabung dengan gerakan protes besar-besaran karena dipicu krisis ekonomi terburuk.
Bentrokan meletus di jalan-jalan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan, pada Senin (18/5/2026) waktu setempat.
Unjuk rasa yang berlangsung lebih dari dua minggu menjadi tantangan terbesar bagi presiden sekaligus pemimpin konservatif pertama Bolivia, Rodrigo Paz.
Ledakan dinamit bergemuruh di pusat Kota La Paz. Pasukan keamanan membalas dengan tembakan gas air mata ke para demonstran. Mereka menyerukan pengunduran diri presiden yang baru enam bulan menjabat.
Menyikapi demonstrasi yang meluas, Jaksa Agung Bolivia mengumumkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin serikat pekerja pusat Bolivia, Mario Argollo.
Gerakan sosial yang bersekutu dengan Morales memblokade jalan sebagai senjata utama, selama 16 hari terakhir.
Blokade ini membuat ribuan truk terdampar di jalan raya utama dan memicu kekurangan makanan, bahan bakar dan persediaan medis di La Paz dan kota-kota lain.
Presiden Rodrigo Paz menuduh Morales mengatur kerusuhan untuk merusak pemerintahannya.
Baca Juga Intens! Senator AS Soroti Krisis di Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Strategis Soal Harga Minyak di https://www.kompas.tv/internasional/668859/intens-senator-as-soroti-krisis-di-selat-hormuz-peringatkan-risiko-strategis-soal-harga-minyak
#bolivia #krisisekonomi #demo
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/669828/krisis-ekonomi-bolivia-picu-kerusuhan-pendukung-evo-morales-turun-ke-jalan-kompas-petang