Anjloknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh rekor terburuk Rp17.669 per dolar AS pada 18 Mei 2026 memicu publik dan DPR membandingkannya dengan kesuksesan transisi 17 bulan pemerintahan B.J. Habibie yang mampu membalikkan kurs dari Rp16.800 ke level Rp6.000.
Namun, pakar ekonomi mengingatkan bahwa kedua era ini berbeda secara mendasar. Jika Habibie berhasil meredam krisis 1998 yang didominasi oleh faktor kepanikan psikologis pelaku pasar lewat kebijakan independensi BI, pelemahan rupiah saat ini justru didominasi oleh masalah struktural dan fundamental seperti pelebaran defisit fiskal serta tekanan neraca pembayaran yang tidak bisa diselesaikan secara instan.
Apakah formula keberhasilan Habibie bisa digunakan untuk situasi Indonesia saat ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty