Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan dana hingga Rp 2 triliun setiap harinya untuk mengintervensi pasar obligasi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Kita bicara masuk melalui framework maupun melalui cash management kita sendiri. Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMI dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu keadaannya, masih relatif lumayanlah," ujar Purbaya di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2026)
Purbaya menekankan bahwa penggunaan dana Rp 2 triliun per hari ini merupakan bagian dari strategi cash management (pengelolaan kas) negara, bukan melalui mekanisme Bond Stabilization Framework (BSF). Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini masih cukup resilien sehingga belum memerlukan protokol krisis yang melibatkan lembaga lain.
"Kemarin hanya dapat Rp 600 miliar dari target Rp 2 triliun. Artinya, yang jual sedikit. Ini membuktikan pasar masih percaya pada fundamental kita," tambah Purbaya.
Simak selengkapnya dalam berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Nursita Sari
#Keuangan #Purbaya #Dollar #AmerikaSerikat #Ekonomi #Finance #Rupiah #NilaiTukarRupiah #vjlab