Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat kian merosot. Per Senin (18/5/2026), angkanya sudah mencapai 17.600 per dollar AS, menjadi salah satu yang terlemah sepanjang sejarah.
Sejumlah pihak bersepakat, perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran serta penutupan Selat Hormuz menjadi faktor utama pelemahan ini. Namun, persoalan ini tidak bisa hanya dialibikan pada gejolak eksternal saja karena hampir semua negara juga mengalami tekanan global yang sama.
Sejumlah analis menilai, kerentanan nilai tukar rupiah justru dipicu oleh adanya masalah serius pada kebijakan fiskal dan tata kelola pemerintahan domestik. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut warga desa tidak menggunakan dollar kebanjiran kritik karena dinilai menyepelekan dampak nyata inflasi di tingkat akar rumput.
Lantas, apa saja faktor utama yang membuat rupiah begitu mudah terkapar?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#ekonomi #finansial ##kompascomlab #RupiahMelemah #MenkeuPurbaya #PrabowoSubianto
Music: Final Boss - Myuu