JAKARTA, KOMPAS.TV - Wartawan Harian Kompas, Sari Febriane pernah menginvestigasi markas judi online di Sihanoukville, Kamboja pada 2023. Ia menilai temuan di Jakarta menjadi sinyal serius.
Menurutnya, Indonesia kini mulai dilihat sebagai lokasi potensial bagi sindikat judi online internasional.
Ia juga mengaku tak menyangka sindikat berani membangun operasi besar di tengah ibu kota.
Menurut Sari, kondisi ini menunjukkan Indonesia masih dipandang sebagai pasar besar judi online.
Kompleks Hayam Wuruk Plaza di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, diduga menjadi ekosistem lengkap operasi sindikat judi online internasional.
Di kawasan yang sama dengan gedung perkantoran tempat penggerebekan, terdapat hotel dan apartemen yang diduga digunakan para operator asing untuk tinggal sementara.
Polisi sebelumnya menangkap 320 warga negara asing dan satu warga negara Indonesia yang mengoperasikan 75 domain dan laman judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower.
Namun hingga kini, sosok bos besar jaringan judi online internasional tersebut masih menjadi misteri.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Imigrasi mengaku telah mengidentifikasi 15 pihak penjamin atau sponsor yang bertanggung jawab atas keberadaan para WNA tersebut di Indonesia.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti maraknya praktik ilegal seperti judi online dan meminta aparat membersihkan diri dari keterlibatan dengan menjadi backing atau aktivitas ilegal lainnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/BZxZ8_u0tHc
⚠️ Disclaimer:
Konten ini dibuat semata untuk edukasi dan meningkatkan awareness terkait bahaya judi online. Tidak untuk mengajarkan, mempromosikan, atau mengajak melakukan judi online dalam bentuk apa pun.
#judol #indonesia #jaringan
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/669748/prabowo-minta-aparat-jangan-jadi-backing-judi-online-siapa-mafianya-dipo-investigasi