Tekanan terhadap kurs rupiah terus berlanjut hingga Senin (18/5/2026) pukul 09.21 WIB, nilainya tertekan menjadi Rp 17.661 per dollar AS. Hal ini memicu kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi nasional.
Namun, Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan rupiah dengan menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak langsung karena tidak memakai dollar. Prabowo juga memastikan kondisi pangan dan energi Indonesia masih aman di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, pelemahan rupiah dinilai tetap bisa memengaruhi kehidupan masyarakat lewat kenaikan harga barang impor, pupuk, BBM, hingga kebutuhan pokok. Pemerintah pun meminta masyarakat tidak panik dan menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
Sementara, ramai diperbincangkan krisis saat ini dibandingkan dengan krisis tahun 1998. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengatakan kondisi saat ini sangat berbeda dengan saat krisis 1998. Yusuf menjelaskan ada beberapa faktor krusial yang berbeda dengan krisis sebelumnya.
Simak selengkapnya dalam video berikut.
Editor: Monica Arum
Produser: Adil Pradipta
#Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #ObrolanNewsroom #ONRclips