JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto merespons santai nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Prabowo bilang, masyarakat di desa tidak terlalu terpengaruh dengan naiknya dolar.
Hal ini disampaikan presiden di tengah sambutan peresmian operasional Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur.
Sambil guyon, Prabowo bilang selama Menkeu Purbaya masih bisa tersenyum, masyarakat tak perlu khawatir.
Presiden menyebut, dampak naiknya dolar AS paling terasa di kalangan pengusaha dan mereka yang sering bepergian ke luar negeri.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk melalui penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan.
Nilai tukar rupiah telah menyentuh Rp17.600 per dolar pada Jumat lalu, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Namun, Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran soal pelemahan rupiah dan situasi ekonomi Indonesia.
Sejauh mana pelemahan rupiah berdampak pada harga kebutuhan sehari-hari?
Kita membahasanya bersama Teuky Rifky, peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI).
Baca Juga IHSG dan Rupiah Melemah: Menkeu Purbaya Buka Suara, DPR Kritik Gubernur BI | JMP di https://www.kompas.tv/ekonomi/669584/ihsg-dan-rupiah-melemah-menkeu-purbaya-buka-suara-dpr-kritik-gubernur-bi-jmp
#prabowo #rupiah #desa
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/669588/full-analisis-lpem-feb-ui-soal-penyebab-rupiah-merosot-hingga-rp17-648-per-dolar-as-kompas-siang