KOMPAS.TV - Dalam pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, isu stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, turut menjadi pembahasan utama.
Kedua pemimpin negara sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjaga stabilitas rantai pasok global dan menghindari gangguan terhadap distribusi energi dunia.
Pengamat Timur Tengah Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai posisi China dalam konflik ini cenderung konsisten dan tidak mengalami perubahan signifikan meski ada pertemuan antara Trump dan Xi Jinping.
“China memiliki leverage besar, baik terhadap Iran maupun Amerika Serikat. Dari sisi Iran, China tetap membeli minyak dan berinvestasi. Sementara terhadap Amerika, Tiongkok memiliki pengaruh ekonomi, teknologi, hingga perdagangan,” kata Dina Sulaeman dalam program Sapa Pagi, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga Takut Disadap? Delegasi AS Buang Barang dari China sebelum Naik Air Force One usai Kunjungan Trump di https://www.kompas.tv/internasional/669350/takut-disadap-delegasi-as-buang-barang-dari-china-sebelum-naik-air-force-one-usai-kunjungan-trump
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/669396/pengamat-timur-tengah-soroti-pertemuan-trump-xi-jinping-hingga-peran-china-dalam-konflik-as-iran