TEGAL, KOMPAS.TV - Krisis bahan bakar minyak solar non subsidi yang meroket menyebabkan sebagian nelayan di Pantura Tegal memilih tidak melaut.
Kondisi ini memicu menurunnya pasokan ikan sehingga harganya melambung.
Harga sejumlah ikan di pasar tradisional di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengalami lonjakan cukup signifikan.
Hal ini disebabkan karena ratusan nelayan di wilayah Pantura Tegal saat ini memilih untuk tidak melaut, menyusul naiknya harga BBM non subsidi yang hampir mencapai Rp30 ribu per liter.
Kurangnya pasokan nelayan mengakibatkan harga ikan dan hasil laut lainnya melonjak tajam.
Ikan banyar misalnya, naik menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya dijual antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Imbas naiknya harga ikan saat ini membuat omzet pedagang menurun. Tak hanya dikeluhkan pedagang, mahalnya harga ikan juga dikeluhkan pembeli.
Baca Juga BBM Nonsubsidi Tembus Rp30 Ribu, Nelayan Unjuk Rasa di Alun-Alun Pati | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/666920/bbm-nonsubsidi-tembus-rp30-ribu-nelayan-unjuk-rasa-di-alun-alun-pati-kompas-petang
#bbm #nelayan #ikan
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/669395/harga-bbm-nonsubsidi-hampir-rp30-ribu-per-liter-nelayan-tak-melaut-harga-ikan-ikut-melambung