JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberkan sinyal kemungkinan kembali menyerang Iran tepat setelah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, Jumat (15/5/2026) kemarin.
Trump menolak proposal Iran yang dia klaim masih mencantumkan kepermilikan uranium dan program nuklir.
Dia ingin Iran menghentikan program senjata nuklirnya hingga 20 tahun.
"Saya ingin mengatakan bahwa pada jam atau hari tertentu, pemboman akan dimulai," ujar Trump.