Menanggapi blokade ganda oleh Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz, Uni Emirat Arab (UEA) mengambil langkah strategis dengan mempercepat pembangunan proyek West East Pipeline.
Langkah yang diumumkan oleh Putra Mahkota Syekh Khaled bin Mohammad bin Zayed pada 15 Mei 2026 ini bertujuan melipatgandakan kapasitas ekspor melalui Pelabuhan Fujairah menuju wilayah barat Semenanjung Arab tanpa harus melewati selat yang tengah membara.
Proyek di bawah pengelolaan ADNOC ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027 guna menyelamatkan rantai pasok energi negara-negara Teluk yang terdampak krisis.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Fathir Rohman Produser: Farid Firdaus