Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto, menjelaskan Ikan Sapu-Sapu sebenarnya sumber bisa menjadi protein.
Di Brasil, ikan ini menjadi makanan khas yang enak. Namun, karena ikan ini hidup di perairan tercemar, mereka menyerap logam berat melalui mekanisme Protein Metallothionein.
Menurut Triyanto, berdasarkan data kesehatan, seseorang akan terpapar dampak logam berat jika mengonsumsi delapan kilogram daging Ikan Sapu-Sapu selama sepekan secara rutin, selama bertahun-tahun.
Triyanto menyarankan agar pemanfaatan Ikan Sapu-Sapu lebih diarahkan pada sektor non-pangan untuk mengurangi populasi aman.
Beberapa upaya pemanfaatan antara lain adalah pengolahan menjadi pupuk organik cair, pakan ternak, hingga arang aktif (bio-char).