Menyadari adanya gap komunikasi yang terjadi dalam pelayanan ke masyarakat, BPJS Kesehatan melakukan sejumlah perbaikan. Pengalaman yang sering dirasakan para peserta BPJS Kesehatan adalah ketika mendapat pelayanan seperti rawat inap tapi dengan durasi rawat yang terlalu singkat. Hal ini menjadi pertanyaan terhadap kualitas layanan yang didapatkan para peserta, apakah bisa tetap optimal dengan masa inap yang terlalu pendek.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito meluruskan, hal ini terjadi karena ada 'gap' komunikasi. Menurutnya, sebetulnya pelayanan BPJS Kesehatan diberikan berdasarkan kebutuhan pasien dari kacamata medis. Berbagai tindakan diukur melalui panduan klinis sesuai standarisasi kesehatan.
Lalu, apa saja yang harus dilakukan oleh BPJS Kesehatan dalam melakukan pelayanan yang lebih baik kepada ratusan juta masyarakat Indonesia?
#naratama #amirsodikin #bpjskesehatan