Presiden China, Xi Jinping menyinggung teori klasik yang dikenal sebagai Thucydides Trap atau jebakan Thucydides dalam pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikta (AS), Donald Trump, Kamis (14/5/2026).
Thucydides Trap adalah geopolitik yang menggambarkan risiko perang tinggi ketika kekuatan baru (rising power) bangkit dan mengancam posisi kekuatan dominan (established power) yang sudah ada. Dinamika struktural ini memicu kecurigaan dan ketakutan, sering kali mendorong kedua pihak ke dalam konflik fisik meskipun tidak diinginkan.
"Dunia kini berada di persimpangan baru. Apakah China dan Amerika Serikat dapat melampaui apa yang disebut Jebakan Thucydides dan memberikan contoh baru dalam hubungan bilateral antara kekuatan besar? Apakah kita dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan global, menanamkan stabilitas ke dunia? Dan apakah kita dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat kita dan masa depan bersama umat manusia?," ungkap Xi di depan Trump.
Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa China kini telah bangkit sebagai kekuatan baru yang setara dan siap menantang supremasi Amerika Serikat. Di tengah tensi Taiwan yang kian memanas, penggunaan analogi sejarah Yunani kuno ini menunjukkan bahwa China tidak akan tinggal diam jika kepentingan nasionalnya diusik.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Danur Lambang Pristiandaru, Ahmad Naufal Dzulfaroh
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##kompascomlab #TuchydidesTrap #China #AS #Trump #XiJinping #Iran
Music: Video Game Soldiers - Twin Musicom
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/05/14/163100970/bertemu-xi-jinping-trump-bungkam-ditanya-wartawan-soal-taiwan-
https://internasional.kompas.com/read/2026/05/14/095841070/xi-jinping-kepada-trump-kita-seharusnya-jadi-mitra-bukan-saingan