JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam menilai pelemahan rupiah yang terus terjadi memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha, terutama sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.
Ia menyebut dalam satu tahun terakhir rupiah telah terdepresiasi lebih dari tujuh persen.
Kondisi itu diperparah dengan terganggunya rantai pasok global, kenaikan biaya logistik, hingga ketidakpastian geopolitik seperti konflik di Timur Tengah dan situasi Selat Hormuz.
“Semua membuat rupiah terpuruk dan harga-harga naik, dan berdampak kepada sektor manufaktur,” ujarnya.
Bob mengatakan perusahaan kini menghadapi tekanan berat karena biaya produksi meningkat hingga dua digit, sementara daya beli masyarakat masih lemah sehingga perusahaan sulit menaikkan harga jual produk.
Meski isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mencuat, Bob menyebut dunia usaha sebenarnya sudah melakukan mitigasi sejak beberapa tahun terakhir.
“Potensi PHK itu sebenarnya sudah kita pikirkan dua sampai tiga tahun yang lalu,” ujar Bob.
Menurutnya, saat ini pelaku usaha justru harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pembalikan ekonomi global, terutama setelah adanya sinyal meredanya tensi geopolitik dunia.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Joshua
Baca Juga Detik-detik WNA Dijambret di Bundaran HI hingga Jatuh Tersungkur di https://www.kompas.tv/nasional/669068/detik-detik-wna-dijambret-di-bundaran-hi-hingga-jatuh-tersungkur
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/669083/apindo-ungkap-dampak-rupiah-rp17-500-pengusaha-awas-gelombang-phk