:

APINDO Ungkap Dampak Rupiah Rp17.500, Pengusaha: Awas Gelombang PHK!

5 jam lalu

JAKARTA,  KOMPASTV - Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam menilai pelemahan rupiah yang terus terjadi memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha, terutama sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Ia menyebut dalam satu tahun terakhir rupiah telah terdepresiasi lebih dari tujuh persen.

Kondisi itu diperparah dengan terganggunya rantai pasok global, kenaikan biaya logistik, hingga ketidakpastian geopolitik seperti konflik di Timur Tengah dan situasi Selat Hormuz.

“Semua membuat rupiah terpuruk dan harga-harga naik, dan berdampak kepada sektor manufaktur,” ujarnya.

Bob mengatakan perusahaan kini menghadapi tekanan berat karena biaya produksi meningkat hingga dua digit, sementara daya beli masyarakat masih lemah sehingga perusahaan sulit menaikkan harga jual produk.

Meski isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mencuat, Bob menyebut dunia usaha sebenarnya sudah melakukan mitigasi sejak beberapa tahun terakhir.

“Potensi PHK itu sebenarnya sudah kita pikirkan dua sampai tiga tahun yang lalu,” ujar Bob.

Menurutnya, saat ini pelaku usaha justru harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pembalikan ekonomi global, terutama setelah adanya sinyal meredanya tensi geopolitik dunia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Detik-detik WNA Dijambret di Bundaran HI hingga Jatuh Tersungkur di https://www.kompas.tv/nasional/669068/detik-detik-wna-dijambret-di-bundaran-hi-hingga-jatuh-tersungkur

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669083/apindo-ungkap-dampak-rupiah-rp17-500-pengusaha-awas-gelombang-phk

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke