KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Hal itu disampaikan Trump sebelum melakukan perjalanan menuju Tiongkok untuk melakukan pertemuan.
Trump menyebut, jika Iran memiliki senjata nuklir maka bukan hanya Amerika yang mengalami kesulitan, melainkan seluruh dunia akan mengalami kerugian yang besar.
Trump juga meyakini, jika perang antara Amerika dan Iran berakhir, kondisi ekonomi global khususnya harga minyak dunia akan mengalami penurunan yang sangat drastis.
Sementara itu, Iran mengancam akan terus memperkaya uranium mereka hingga tembus 90 persen atau level minimal senjata nuklir.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei melalui akun Twitter miliknya.
Ia mengatakan, salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lain adalah pengayaan uranium hingga 90 persen. Kami akan meninjaunya di parlemen.
Cuitan ini merupakan ancaman Iran di tengah tekanan Amerika Serikat yang terus-menerus datang.
Lalu sebesar apa ancaman Iran akan terjadi dengan kepemilikan uranium saat ini, dan apa saja efek destruktifnya jika ancaman Iran benar dilakukan.
Untuk membahasnya kita sudah bergabung dengan dua narasumber kita, ada Tia Mariyatul Qibtiyah, selaku Dosen HI Binus University dan ada juga Zaki Su'ud Guru Besar Teknik Nuklir dari ITB.
Baca Juga [FULL] Analisis Pakar soal Trump Bertemu Xi Jinping, Tiongkok Bantu Tekan Iran Setujui Syarat Damai? di https://www.kompas.tv/internasional/668725/full-analisis-pakar-soal-trump-bertemu-xi-jinping-tiongkok-bantu-tekan-iran-setujui-syarat-damai
#trump #iran #amerika #nuklir
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/668749/full-dosen-hi-binus-dan-guru-besar-itb-kupas-ancaman-iran-buat-senjata-nuklir-sapa-malam