Rupiah tembus Rp17.500 per dolar AS, pelemahan nilai tukar ini dinilai mulai menekan daya beli masyarakat, dan berpotensi membuat harga kebutuhan sehari-hari ikut naik.
Kondisi ini terjadi karena Indonesia masih bergantung pada impor pangan, energi, dan bahan baku industri, sehingga penguatan dolar berdampak langsung pada harga barang, dan biaya produksi ikut meningkat.
Ekonom Fakhrul Fulvian menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu faktor eksternal seperti konflik global, tetapi juga sentimen pasar terhadap kemampuan fiskal dalam meredam gejolak harga minyak dunia, yang jika berlanjut dapat semakin menekan daya beli masyarakat.
Tuliskan komentarmu dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #BOLDKompasTV