MALANG, KOMPAS.TV - Keuntungan karena kenaikan harga cabai tidak sepenuhnya dirasakan oleh petani. Seperti petani di Desa Slamet Kabupaten Malang yang tidak sepenuhnya diuntungkan karena tanaman cabai mereka rusak diserang hama. Tanaman cabai yang diserang penyakit buahnya akan langsung kering dan rusak.
Sugiyono, salah satu petani menyebutkan bahwa sejak musim tanam kali ini tanaman cabai rawit banyak rusak. Dalam empat kali panen hasilnya kurang bagus karena cabai yang rusak. Cuaca yang panas dan sesekali hujan di malam hari disebut petani menjadi salah satu penyebab rusaknya tanaman cabai. Bahkan menurut petani ada petani yang gagal panen karena kerusakan parah pada tanaman cabai.
Menurut petani, berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan sebagai langkah antisipasi, seperti pemberian obat dan pupuk. Namun nampaknya upaya tersebut belum berjalan maksimal.
"Kena cacar buah, kalau lalat buah tidak ada, sudah diobati sudah dikompres, seharusnya pagi pagii itu dikompres dengan air tawar." Kata Sugiyono.
Rusaknya tanaman cabai milik petani ini diakui berdampak besar pada pendapatan petani. Seharusnya dengan harga cabai yang saat ini naik petani bisa mendapatkan untung jika saja hasil panen bisa maksimal.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/668647/harga-mahal-cabai-petani-diserang-hama