Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung meminta anak buahnya membuka aplikasi excel dan menghitung kesejahteraan petani, saat dicecar pertanyaan oleh mahasiswa. Amran menuding yang menyebarkan isu beras mahal adalah mafia.
Dalam video yang diunggah Kementerian Pertanian pada Selasa (12/5/2026), Amran langsung membandingkan harga jual beras dengan konsumsi rokok oleh petani. Amran menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan harga beras agar tetap terjangkau bagi konsumen sekaligus menguntungkan bagi petani.
Mentan menyoroti kenaikan biaya produksi dan panjangnya rantai distribusi sebagai kendala utama yang sering kali merugikan petani akibat ulah tengkulak. Untuk mengatasinya, pemerintah berkomitmen memperkuat serapan gabah, memperbaiki tata niaga pangan, serta mendorong efisiensi distribusi.
Amran juga memaparkan bahwa Indonesia saat ini berada pada jalur swasembada pangan yang kokoh dengan stok beras nasional mencapai lebih dari 5 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah. Selain ketahanan beras, pemerintah juga berhasil menjaga stabilitas pupuk nasional di tengah tekanan geopolitik global. Keberhasilan ini ditandai dengan penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, sebuah pencapaian perdana yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#politik #pemerintah ##kompascomlab #AndiAmranSulaiman #Mentan #Swasembadapangan #mafiaberas