Iran disebut sudah memetakan titik-titik perang baru, jika Amerika Serikat benar-benar cari perkara. Di tengah kebuntuan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh militer Amerika Serikat (AS), Iran dilaporkan mulai memperkuat pertahanan di kompleks nuklir Isfahan sebagai titik api baru dalam konflik tersebut.
"(Iran memiliki) metode perang baru, dan mungkin yang paling penting dari semuanya, arena perang baru. Artinya, perang akan memasuki arena yang tidak diantisipasi musuh dan sulit diprediksi, dan di area-area ini kami dapat mengejutkan musuh," ungkap Brigadir Jenderal Akrami Nia, juru bicara militer Iran kepada IRNA, media pemerintah, Minggu (10/5/2026).
Kedua negara pun dikabarkan belum mendapatkan titik sepakat negosiasi. Trump menolak proposal Iran, sebalik Teheran tetap pada keteguhannya soal uranium nuklir dan Selat Hormuz.
Akrami melanjutkan pasukan bersenjata Iran kini dalam status siaga penuh untuk melindungi seluruh situs nuklir yang menjadi tempat penyimpanan aset strategis tersebut. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ancaman AS yang terus menekan Teheran untuk menyerahkan pasokan uranium mereka.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #MiliterIran #PerangASIran #SelatHormuz