:

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom Ungkap Biang Keroknya

23 jam lalu

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), nilai tukar rupiah menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi ini dinilai dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat investor semakin berhati-hati menempatkan dana di aset berbasis rupiah.

Kepala ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai, gejolak geopolitik internasional dan domestik menjadi faktor utama yang memicu pelemahan mata uang Indonesia.

Menurut Josua, kenaikan harga minyak dunia dan menguatnya dolar AS akibat memanasnya konflik di Asia Barat yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran, membuat tekanan terhadap rupiah semakin besar.

Indonesia dinilai cukup rentan karena masih bergantung pada impor energi dalam jumlah tinggi. 
 

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke