Panglima Komando Armada (Koarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan, pihaknya mewaspadai sejumlah jalur perairan strategis, seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan, terkait upaya penyelundupan berbagai barang ilegal.
Hal itu diungkapkan Denih usai Kodaeral III membongkar kasus 16 ton pasir timah asal Riau yang disimpan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Banten.
"Selat-selat yang mungkin bisa kita waspadai misalnya itu di wilayah Selat Malaka, kemudian di Laut China Selatan, kemudian di negara-negara perbatasan," kata Denih saat jumpa pers di kantor Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Denih menyebut, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak selat yang menjadi jalur keluar-masuk kapal dari berbagai arah.
Posisi Indonesia yang strategis juga membuat arus pelayaran internasional sangat padat meski cenderung dari arah utara.
"Sebetulnya dengan banyaknya selat, memungkinkan penyelundupan itu banyak dilakukan. Itu sampai, kalau yang narkoba itu, sampai di wilayah perairan Madura," jelas dia.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video: Dzaky Nurcahyo
Produser: Nursita Sari
#hukum #tni #tnial #selatmalaka #laut #penyelundupan #vjlab