KOMPAS.TV - Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menuai polemik, karena dewan juri menjatuhkan keputusan yang berbeda terhadap dua kelompok yang memberikan jawaban serupa.
Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat ini bermula ketika muncul pertanyaan soal pertimbangan dari lembaga mana yang harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan.
Kelompok C dari SMAN 1 Pontianak menjawab, pimpinan BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan Presiden.
Namun jawaban ini disalahkan juri dan mendapat nilai minus lima. Berbeda ketika regu B memberikan jawaban yang sama, justru dibenarkan juri dan mendapat nilai sepuluh.
Anggota MPR yang juga Ketua Komisi X DPR Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, mendorong agar Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar ulang agar berjalan adil.
Hetifah menambahkan, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi agar pelaksanaan lomba cerdas cermat dapat berlangsung lebih baik.
MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf terkait polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.
Dalam akun Instagram resmi MPR, disebutkan telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan tersebut.
#mpr #cerdascermat #kalbar
Baca Juga Promo Spesial! Beli Tiket Konser 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir via wondr by BNI Diskon 20% di https://www.kompas.tv/advertorial/668453/promo-spesial-beli-tiket-konser-20-tahun-suara-sammy-simorangkir-via-wondr-by-bni-diskon-20
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/668454/anggota-mpr-soroti-kontroversi-cerdas-cermat-di-kalbar-dan-minta-diulang-sapa-malam