KOMPAS.TV - Pemerintah Korea Selatan resmi merilis hasil investigasi awal terkait insiden yang menimpa kapal tanker HMM Namu di Selat Hormuz. Investigasi mengonfirmasi bahwa kapal tersebut dihantam oleh objek terbang yang memicu ledakan dan kebakaran.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengonfirmasi bahwa kapal mereka dihantam saat sedang menghentikan lajunya di Selat Hormuz pekan lalu. Dua serangan tersebut terjadi hanya dalam selang waktu satu menit.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Park Il, menyatakan ledakan pada 4 Mei lalu mengakibatkan kerusakan signifikan pada sisi kiri buritan kapal.
Otoritas Seoul belum bisa memastikan apakah serangan dilakukan menggunakan drone atau rudal. Saat ini, puing-puing mesin dan fragmen yang dikumpulkan dari lokasi kejadian masih dalam proses analisis laboratorium.