KOMPAS.TV - Brosur Daycare Little Aresha terlihat profesional dan meyakinkan. Dalam brosur tersebut, terpampang berbagai fasilitas, program edukasi, hingga laporan perkembangan anak yang diklaim diberikan setiap hari kepada orangtua.
Namun di balik citra profesional itu, para orangtua korban kini mengaku merasa tertipu.
Imedia, orangtua korban daycare Little Aresha, mengaku anaknya telah dititipkan di tempat tersebut selama lebih dari satu tahun.
Sementara Lolita mengatakan anaknya sudah hampir dua tahun bersekolah di TK Little Aresha.
Menurut para orangtua, biaya yang dibayarkan pun tidak murah.
Biaya tersebut bahkan belum termasuk tambahan overtime.
Setiap hari, orangtua juga menerima laporan harian lengkap melalui WhatsApp.
Laporan itu berisi foto kegiatan anak, jadwal makan, waktu tidur, hingga kondisi kesehatan anak.
Namun belakangan, para orangtua menduga seluruh aktivitas itu telah dikondisikan demi membangun citra baik daycare.
Lolita mengaku pertama kali menemukan Little Aresha melalui pencarian di Google.
Menurutnya, Little Aresha muncul dengan ulasan yang sangat tinggi. Di dunia maya, little Aresha salah satu tempat penitipan anak terbaik di Yogya.
Kini, para orangtua berharap para pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.
“Karena kita bayar satu bulan ada yang 1.100.000, 1.200.000, 1.300.000. Itu kita kayak nganterin anak kita ke neraka,” ujar Imedia.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/B82TC9tCa6I
#kekerasan #anak #yogyakarta
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/668383/kesaksian-orangtua-korban-little-aresha-kami-menitipkan-anak-ke-neraka-dipo-investigasi