KOMPAS.TV - Orangtua korban dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, menuturkan kisah pilunya.
Orangtua Korban Daycare Little Aresha, Imedia, mengaku baru mengetahui anaknya diduga menjadi korban kekerasan setelah polisi mendatangi rumahnya usai penggerebekan daycare.
Menurut Imedia, saat penggerebekan berlangsung anaknya didapati dalam kondisi kaki terikat di pintu. Imedia juga mengungkap anaknya diduga mengalami kekerasan fisik dari salah satu pengasuh. Anaknya kemudian divisum di bagian kaki dan punggung.
Sebelum kasus ini terbongkar, Imedia sebenarnya telah melihat sejumlah perubahan pada tubuh dan perilaku anaknya. Tak hanya itu, anaknya juga mulai terbiasa bermain ikat tangan dan kaki.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat praktik pengikatan diduga menjadi sesuatu yang dianggap normal oleh anak-anak di daycare.
Sementara itu, Lolita, orangtua murid taman kanak-kanak Little Aresha, mengaku telah lama mencurigai adanya sesuatu yang tidak beres. Ia menyebut anaknya yang biasanya ceria mendadak berubah perilaku.
Lolita juga menemukan luka pada tangan dan bibir anaknya. Menurut Lolita, anaknya bahkan menceritakan langsung dugaan kekerasan yang dilihat di sekolah.
Ia juga menyebut anak-anak diduga mengalami kekerasan fisik menggunakan benda-benda di sekitar mereka. Bahkan anaknya sendiri disebut pernah dilempar menggunakan sepatu.
Kedua orangtua korban juga mengaku telah bertemu langsung dengan para tersangka.
“Mereka tuh cuma jawabnya, ‘Maafin saya ya, Mami,’” ujar Imedia.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/B82TC9tCa6I
#kekerasan #anak #yogyakarta
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/668379/kesaksian-pilu-orangtua-korban-little-aresha-anak-diikat-hingga-dilempar-sepatu-dipo-investigasi