:

Kritik Sidang Militer Andrie Yunus, TAUD: Kayak Lucu-lucuan, Hakim seperti Berpihak ke Pelaku

1 minggu lalu

Tim Advokasi untuk Demokrasi atau TAUD mengkritik jalannya sidang kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. 

Anggota TAUD, Airlangga Julio, menyebut hingga kini pihaknya belum menerima surat panggilan resmi agar Andrie hadir sebagai saksi di persidangan.

Menurut Airlangga, oditur militer hanya mengirim surat permohonan saksi tambahan kepada LPSK, bukan langsung kepada korban maupun kuasa hukumnya.

TAUD menilai prosedur tersebut janggal dan tidak sesuai dengan konstruksi hukum acara pidana.

TAUD juga menilai posisi Andrie Yunus dalam sidang tidak dianggap sebagai korban utama karena hanya dimasukkan sebagai saksi tambahan.

Selain itu, mereka mengkritik sejumlah pernyataan hakim yang dinilai tidak berpihak kepada korban dan justru terkesan membantu pelaku.

Oleh karena itu, TAUD bersama Andrie Yunus menolak proses persidangan militer dan meminta perkara dihentikan lalu diproses ulang di peradilan sipil. 

Mereka juga mendesak pengusutan dugaan keterlibatan 16 pelaku agar proses hukum berjalan adil dan transparan.


Simak selengkapnya dalam video berikut ini!


Video Jurnalis: Cynthia Lova

Penulis Naskah: Cynthia Lova

Video Editor: Cynthia Lova

Produser: Nursita Sari


#AndrieYunus #TAUD #PengadilanMiliter #SidangAirKeras #KasusAirKeras #vjlab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke