Di balik kemampuan militer China yang disebut menandingi Amerika Serikat, ternyata tersimpan keputusan politik serius Presiden Xi Jinping di tubuh militernya.
Xi Jinping dengan tangan besinya nekat mencopot satu per satu jenderal militer yang dinilai melakukan korupsi dan berseberangan secara politik dengan dirinya. Fenomena ini memuncak pada Mei 2026 dengan dijatuhkannya vonis mati kepada dua mantan Menteri Pertahanan, Wei Fenghe dan Li Shangfu, atas tuduhan korupsi dan suap pengadaan senjata. Pembersihan besar-besaran ini membuat Komisi Militer Pusat (CMC) lumpuh dan nyaris kosong, menyisakan hanya Xi Jinping dan tokoh antikorupsi kepercayaannya di puncak komando.
Langkah keras Xi dilakukan demi menghindari "trauma sejarah" seperti runtuhnya Uni Soviet, pemberontakan Wagner di Rusia, serta hilangnya kendali sipil atas militer yang dialami pendahulunya, Hu Jintao. Dengan memusatkan seluruh rantai komando di tangannya, Xi kini lebih mengutamakan loyalitas politik daripada kemampuan tempur murni dalam jenjang karier militer. Akibatnya, China menghadapi paradoks besar: militer yang tampak sangat perkasa di atas kertas, namun berisiko rapuh di dalam karena sentralisasi kekuasaan yang ekstrem dan rasa tidak percaya di lingkaran elit.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Duty Calls - Rod Kim
#Militer #Tentara ##kompascomlab #China #MiliterChina #XiJinping