Iran menggunakan strategi "Armada Nyamuk" yang terdiri dari ribuan kapal cepat kecil, drone, dan ranjau untuk melumpuhkan Selat Hormuz melalui taktik peperangan asimetris yang sulit dideteksi oleh radar konvensional.
Kekuatan maritim ini memaksa Angkatan Laut Amerika Serikat mengeluarkan sumber daya besar karena kapal-kapal kecil tersebut dapat bersembunyi di gua-gua pesisir dan berbaur dengan lalu lintas sipil.
Strategi ini bukan bertujuan memenangkan pertempuran laut besar, melainkan untuk menciptakan gangguan ekonomi dan tekanan psikologis bagi perusahaan pelayaran serta asuransi global di jalur energi paling krusial di dunia.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih Video editor: Katarina Astriyani Setyaningsih Produser: Dandy Bayu Bramasta