KOMPAS.TV - Utang piutang dalam Islam bukan sekadar urusan finansial, tetapi juga menyangkut moral, etika, dan keharmonisan hidup, termasuk dampak buruk pinjaman online dan riba. Ketika praktik utang menyimpang dari syariat, seperti bunga berlipat dan penagihan tak beretika, hal ini bisa memicu mudharat besar hingga merusak rumah tangga dan hubungan sosial.
Habib Nabiel Al Musawa dan Ustazah Yati Priyati mengungkapkan Islam memang memperboleh kan utang dengan syarat jelas, ada tanggung jawab, dikembalikan sesuai kesepakatan, serta dipertimbangkan secara matang sebelum dilakukan.
Prinsip hidup sederhana, mencatat keuangan, dan fokus menambah penghasilan menjadi kunci agar tidak terjebak dalam lingkaran utang berbunga yang berbahaya.
Lalu, di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, apakah kita masih berani mengambil utang tanpa perhitungan, atau mulai memilih hidup sederhana dan menjauhi riba demi keselamatan dunia dan akhirat?
Baca Juga Istri Diam-Diam Ambil Pinjol? Ustadz Ingatkan Bahaya Riba dan Pentingnya Kejujuran | KALAM HATI di https://www.kompas.tv/kalam-hati/668012/istri-diam-diam-ambil-pinjol-ustadz-ingatkan-bahaya-riba-dan-pentingnya-kejujuran-kalam-hati
===================
Sahabat Kompas TV, jangan lupa saksikan program Kalam Hati di Kompas TV, pada hari Minggu pukul 13.00 WIB.
Follow juga Instagram Kalam Hati di: @dikalamhati
#kalamhati #ceramahagama #kajianislam
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/668026/jangan-terjebak-pinjol-dan-riba-ini-cara-islam-mengatur-utang-agar-hidup-lebih-tenang-kalam-hati