Sebagai generasi Z alias gen Z, Dwi Angga (26) dan teman-temannya punya cara berbeda dalam mengubah citra buruk tempat tinggalnya di Jakarta Utara, yang dikenal kumuh dan anak mudanya sering tawuran.
Alih-alih nongkrong, gen Z ini justru menggerakkan teman-temannya untuk mengubah lahan bekas tawuran dan pembuangan sampah menjadi kebun "urban farming" yang produktif bersama kelompok tani Bangun Karya Mandiri.
Angga bersama teman-temannya memanfaatkan sisa lahan pembangunan waduk untuk ditanami berbagai sayuran. Padahal sebelumnya, lahan tersebut dikenal gersang dan sering dijadikan lokasi tawuran antar pemuda.
Angga mengatakan kondisi itu membuatnya ingin menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak muda di lingkungannya.
Hasil panen sayuran pun dijual ke warga sekitar, pedagang bakso, hingga pasar. Dari hasil penjualan tersebut, kelompok tani itu bisa menghasilkan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.
Uang hasil penjualan sayuran di kebun mereka, kemudian dikelola sebagai operasional serta uang jajan anak-anak yang ikut mengurus kebun. Bagaimana cerita para gen Z ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Penulis Naskah: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Pertanian #UrbanFarming #PetaniMuda #JakartaUtara #AnakMudaBerdaya #GenZ #GenZBertani #KebunSayur #CeritaInspiratif #vjlab