KOMPAS.TV - Situasi di Selat Hormus kembali memanas setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan wilayah udara dan pangkalan militer mereka untuk Amerika Serikat.
Langkah ini dinilai dapat memperpanjang eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sempat mereda. Guru Besar Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI, Yon Machmudi, menilai Iran tidak akan menerima negosiasi yang disertai tekanan militer.
"Iran tidak akan melakukan persetujuan di bawah tekanan. Maka tentu dalam hal ini akan menjadi hambatan terbesar bagi Iran. Karena itu dianggap bahwa Amerika melakukan negosiasi dan setiap negosiasi sedang berjalan 'on the table' di situ Amerika melakukan pengeboman," kata Yon Machmudi dalam program Sapa Pagi, Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan UI, Stanislaus Riyanta, melihat strategi Amerika Serikat lebih dipengaruhi faktor politik domestik dibanding kepentingan perang itu sendiri.
Baca Juga Trump Ungkap Akan Bahas Iran Saat Bertemu Xi Jinping di https://www.kompas.tv/internasional/667357/trump-ungkap-akan-bahas-iran-saat-bertemu-xi-jinping
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/667872/full-arab-saudi-kuwait-beri-akses-selat-hormuz-untuk-as-eskalasi-timur-tengah-terancam-membesar