Survei terbaru dari perusahaan riset Intelligent mengungkapkan, enam dari 10 perusahaan mengaku pernah memecat karyawan Generasi Z dalam beberapa bulan pertama setelah mereka bekerja.
Fenomena ini memicu perdebatan mengenai hubungan antara generasi muda dan dunia kerja modern. Profesor dari New York University, Suzy Welch, menilai persoalan tersebut bukan semata soal rendahnya etos kerja, melainkan adanya benturan nilai antara generasi baru dan budaya kerja lama.
Melalui alat penelitian bernama The Values Bridge, Welch memetakan nilai hidup dan prioritas individu dalam bekerja. Hasilnya menunjukkan banyak Gen Z lebih mengutamakan kesehatan mental, work-life balance, self-care, serta kebebasan menjadi diri sendiri.
Sementara itu, sebagian besar perusahaan masih mencari pekerja dengan karakter ambisius, kompetitif, disiplin tinggi, dan berorientasi pada target serta pencapaian.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Abba Gabrillin
#GenZ #LowonganKerja #GenerasiZ #Karir #Humaniora #News #vjlab