MALANG, KOMPAS.TV - Welldan Yogia dan Lailis Syafa'ah, mahasiswa dan dosen dari Teknik Informatika dan Teknik Elektro UMM berkolaborasi membuat aplikasi pendeteksi anemia.
Penggunaannya sangat mudah, cukup membuka aplikasi di ponsel dan memotret bagian konjungtiva mata
Aplikasi ini mengambil sampel dari 200 pasien HD dan ibu hamil di RS di Malang.
Pembuatan aplikasi ini terinspirasi dari pengecekan kadar HB yang harus dilalui ibu hamil dan pasien HD dengan menggunakan metode tusuk jari untuk mengambil sampel darah.
"Cara kerja aplikasi dari foto konjungtiva mata akan dianalisa diprediksi dan mesin learning sudah ditraining dengan data data konjungtiva mata pasien dan dengan data kadar hemoglobin dengan hasil lab. Pengumpulan prosesnya melakukan di beberapa rumah sakit dengan pasien hemodialisa dan kemoterapi, ada kurang lebih 200 sekian pasien" Ujar Welldan.
Akurasi aplikasi ini mencapai 86%. Aplikasi ini sudah mulai bekerjasama dengan satu RS di Kabupaten Malang.
"Akurasinya 86 persen dibandingkan dengan ditusuk untuk melihat hemoglobin. Proses pengembangan bagaimana menghindari stunting mulai hamil dijaga HB, kemudian orang Hemodialisa mengakibatkan kecemasan, sebelum mereka cuci darah harus dites dulu kadar HBnya. Perlu dan sudah menggandeng rumah sakit" Terang Lailis.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/667531/mahasiswa-dan-dosen-umm-buat-aplikasi-deteksi-anemia