SAMARINDA, KOMPAS.TV - Kisah pilu Mandala Rizky, seorang pelajar SMK di Samarinda, Kalimantan Timur, yang meninggal akibat mengalami peradangan di kaki setelah memakai sepatu kekecilan dalam waktu yang cukup lama.
Ratna Sari, ibu korban, sangat terpukul atas kepergian Mandala pada Jumat, 24 April 2026 lalu. Faktor ekonomi membuat ibunya tak mampu membelikan sepatu baru.
Peristiwa ini menjadi perhatian Tim Respons Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Wilayah Kalimantan Timur, yang menilai kasus Mandala mencerminkan masih adanya kerentanan sosial di masyarakat.
Mengutip dari Kompas.com, sekolah mengaku pernah memberikan bantuan berupa seragam jurusan, perlengkapan sekolah, sembako, hingga bantuan uang sewa kontrakan.
Di sisi lain, pemerintah menganggarkan program sepatu Sekolah Rakyat bernilai fantastis.
Ironi, saat ada siswa yang diduga meninggal karena tak bisa membeli sepatu, Kemensos tiba-tiba muncul dengan wacana pengadaan sepatu Sekolah Rakyat.
Anggaran sepatu Sekolah Rakyat mencapai Rp700.000 per pasang, yang rencananya diperuntukkan bagi 39.000 siswa.
Sebelumnya sempat viral foto saat Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan sepatu kepada siswa di Malang, Jawa Timur. Diduga sepatu tersebut adalah sepatu Sekolah Rakyat yang dianggarkan senilai Rp700.000.
Namun, Mensos Saifullah Yusuf segera membantah bahwa sepatu yang ia bagikan bersama Khofifah waktu itu bukanlah jenis sepatu Sekolah Rakyat. Sepatu yang diserahkan Khofifah adalah sepatu khusus pemberian Pemprov Jatim, bukan pengadaan Kementerian Sosial.
Mengutip dari Kompas.com, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menilai peristiwa meninggalnya siswa SMK di Samarinda menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Ia meminta pemerintah melalui kementerian dan lembaga untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat penyaluran bantuan perlengkapan sekolah, layanan kesehatan berbasis sekolah (UKS), serta program perlindungan sosial.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/667524/kronologi-siswa-smk-di-samarinda-meninggal-gara-gara-sepatu-kekecilan-hingga-respons-dpr-ri