Dulu, lahan di Kampung Pramuka Proklim Gang Hijau Cemara 01, Koja, Jakarta Utara, dikenal sebagai area yang dikuasai preman dan digunakan sebagai arena sabung ayam.
Namun sejak 2017, lahan tersebut perlahan diubah warga menjadi ruang kegiatan masyarakat, mulai dari bank sampah, kebun budidaya, hingga sekolah ramah lingkungan bernama Green PAUD.
Di awal perjalanannya, program ini sempat dipandang sebelah mata oleh warga. Mengumpulkan sampah dari rumah dianggap merepotkan.
Namun, dari situ lahir konsep sekolah gratis yang dibayar menggunakan sampah rumah tangga. Setiap anak diwajibkan menyetor sekitar dua kilogram sampah setiap bulan yang kemudian dicatat sebagai tabungan.
Sampah yang terkumpul kemudian diolah dan hasilnya digunakan untuk membantu operasional sekolah, seperti kebutuhan listrik, alat tulis, hingga seragam anak-anak.
Green PAUD juga tidak hanya mengajarkan pendidikan dasar, tetapi membentuk kebiasaan peduli lingkungan kepada anak dan orangtua sejak dini.
Kini setelah berjalan selama delapan tahun, Green PAUD menjadi salah satu harapan warga di lingkungan tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini!
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Penulis Naskah: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Nursita Sari
#GreenPAUD #SekolahGratis #BankSampah #humaniora #pendidikan #SekolahBayarSampah #vjlab