Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth membantah Iran mempunyai "lumba-lumba kamikaze" di Selat Hormuz, dalam sebuah pernyataan, Selasa (5/5/2026). Hal itu disampaikan Hegseth saat menjawab pertanyaan tentang kemungkinan Teheran menggunakan hewan mamalia laut itu untuk menghadapi Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.
"Saya tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal apakah kita memiliki lumba-lumba kamikaze, tetapi saya dapat mengkonfirmasi bahwa mereka (Iran) tidak memilikinya," kata Hegseth, dikutip dari NDTV, Rabu (6/5/2026).
Dilansir dari CNN, sebuah sumber yang mengetahui operasi di Selat Hormuz, militer AS tidak menggunakan lumba-lumba. Namun, Angkatan Laut AS (US Navy) memang memiliki program yang melatih lumba-lumba untuk membantu mendeteksi ranjau laut.
Penggunaan lumba-lumba untuk misi militer, bukan sebagai senjata, telah banyak digunakan beberapa negara, termasuk AS dan Rusia. Lantas, sejauh mana kemampuan mamalia laut cerdas ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati
Narator: Vina Muthi Ambarwati
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Global #Perang #DailyNews #LumbalumbaKamikaze #Iran #PeteHegseth #SelatHormuz #RanjauSelatHormuz #KapalPerangAS #Lumbalumba #Militer
Music: Heaven and Hell - Jeremy Blake