Iran berhasil membuat segala operasi Amerika Serikat tak berjalan sempurna, baik itu operasi "Epic Fury" hingga yang terbaru "Project Freedom".
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio secara sepihak mendeklarasikan berakhirnya fase ofensif "Operasi Epic Fury", Selasa (5/5/2026), di saat kondisinya AS belum menunjukkan kemenangan strategis. Trump bahkan sesumbar menyebut konflik dengan Iran sebagai "perang mini".
Deklarasi ini dipandang sebagai manuver politik untuk menghindari batasan hukum War Powers Resolution 1973, meskipun pada kenyataannya nuklir dan kekuatan rudal Iran masih utuh. Namun, klaim kemenangan ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan, di mana Selat Hormuz tetap terkunci rapat dan ekonomi global masih tercekik oleh blokade Iran.
Untuk menyelamatkan muka, Trump meluncurkan "Project Freedom" guna mengawal kapal tanker, namun misi ini langsung ditunda hanya dalam satu hari setelah sebuah kapal fregat AS dihantam rudal Iran di dekat pelabuhan Jask. Kegagalan ini membuat Iran menjuluki misi tersebut sebagai "Project Deadlock" atau proyek kebuntuan.
Dalam posisi terdesak, Amerika Serikat kini menunjukkan ironi diplomatik dengan meminta bantuan rival terbesarnya, China, untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur pelayaran internasional menjelang pertemuan tingkat tinggi di Beijing.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #iran #amerika #iranvsamerika #selathormuz