Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menyerang negaranya dengan gelombang rudal dan drone pada Senin (4/5/2026).
Serangan terhadap UEA menjadi yang pertama sejak Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati gencatan senjata pada 8 April 2026.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan, pihaknya mendeteksi 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 drone yang diluncurkan dari Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kebakaran kilang minyak di Fujairah. Selain itu, dilaporkan juga melukai tiga warga negara India.
Al Jazeera melaporkan, Kementerian Luar Negeri UEA mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai serangan teroris yang menargetkan fasilitas warga sipil dan infrastruktur sipil.
Kemlu UEA menyatakan pihaknya tidak akan menoleransi serangan terhadap kedauatan negara. Terkait serangan Iran, UEA menyatakan memiliki hak penuh dan sah untuk membalas.