Alih-alih lumpuh akibat blokade ketat Amerika Serikat, Iran justru memamerkan kemandirian teknis melalui keahlian para insinyurnya dalam teknik "buka-tutup" sumur minyak tanpa risiko kerusakan permanen. Hal itu terungkap dalam laporan Bloomberg, Sabtu (2/5/2026).
Strategi ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil tempaan bertahun-tahun menghadapi sanksi ekonomi terutama sejak 2018, yang mengubah tekanan menjadi laboratorium "ekonomi perlawanan". Dengan kemampuan mengaktifkan kembali produksi dalam waktu singkat, Iran membuktikan bahwa prediksi kerusakan infrastruktur dari Gedung Putih meleset total.
Di Selat Hormuz, Iran mempertegas kedaulatannya dengan membentuk Persian Gulf Strait Authority yang mewajibkan setiap kapal mengikuti rute spesifik melalui instruksi e-mail. Eskalasi militer yang memicu lonjakan harga minyak hingga 111 dolar AS per barel ini akhirnya memaksa Washington "mengadu" ke PBB guna mengajukan resolusi Dewan Keamanan.
Langkah diplomatik AS ini menjadi sinyal kuat bahwa blokade fisik dan kekuatan militer saja tidak lagi cukup untuk menundukkan Iran yang kini memegang kendali penuh atas navigasi di jalur energi paling strategis dunia tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #iranvsamerika #selathormuz