Angkatan Laut IRGC secara resmi menerbitkan peta kekuasaan baru yang memperluas jangkauan kendali mereka dari Selat Hormuz hingga wilayah Fujairah, Uni Emirat Arab, Senin (4/5/2026). Teheran memperingatkan bahwa setiap kapal komersial yang tidak berkoordinasi dengan otoritas Iran akan menghadapi risiko serius, termasuk penghentian paksa.
Tak berselang lama serangan drone terjadi di kawasan Fujairah, UAE. Dubai menuding Iran adalah dalang di balik serangan di kawasan kilang itu.
Keputusan Iran merilis peta baru itu bertepatan dengan operasi "Freedom Project" yang diluncurkan Presiden Donald Trump untuk mengawal kapal-kapal terjebak di Selat Hormuz. Namun keputusan sepihak AS itu langsung menghadapi ujian maut di hari pertama.
Teheran membalas dengan menembakan rudal ke arah kawasan, sehingga memaksa kapal perang AS putar arah dan meninggalkan tanker berbendera Korea Selatan kena getah serangan itu.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #IranvsAmerika #SelatHormuz