Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) jauh lebih ekonomis dibandingkan LPG.
CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah. Kurang lebih sekitar 30 persen lah lebih murah, ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (5/4/2026).
Bahlil menjelaskan, alasan utama CNG bisa lebih murah adalah karena rantai pasokannya yang sepenuhnya berada di dalam negeri.
Seluruh sumber gas dan infrastruktur industrinya tersedia di Indonesia, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor.
Kondisi ini berbeda dengan LPG yang sebagian besar masih harus didatangkan dari luar negeri.
Bahlil juga mengatakan, untuk harga subsidi sebagaimana yang diterapkan ke LPG 3 Kg, saat ini pihaknya masih melakukan kajian.
Kendati demikian ia menegaskan, penggunaan CNG mampu mengurangi subsidi negara dan mendorong efisiensi devisa sekitar Rp 130-137 triliun.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini.
Penulis: Siti Laela Malhikmah
Video Jurnalis: Siti Laela Malhikmah, Adhyasta Dirgantara
Video Editor: Siti Laela Malhikmah
Produser: Diamanty Meiliana
#CNG #LPG #ESDM #Bahlil #Energi #News #vjlab