Iran menggabungkan taktik gerilya laut era 1980-an dengan armada drone modern sebagai pengganda kekuatan yang membuat posisi mereka di Selat Hormuz sulit ditembus tanpa biaya konflik yang besar.
Amerika Serikat kini bersikap lebih berhati-hati dibandingkan masa lalu, di mana mereka memilih untuk hanya memandu kapal melalui informasi navigasi daripada melakukan pengawalan militer secara langsung di garis tembak.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Trump mengumumkan "Proyek Kebebasan" untuk membebaskan kapal yang terjebak, namun Iran memperingatkan bahwa campur tangan AS akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Katarina Astriyani Setyaningsih Narator: Katarina Astriyani Setyaningsih Video editor: Angelia Elza Berliana Sari Produser: Dandy Bayu Bramasta
#Global #Perang ##kompascomlab #Iran #AS #Gerilya
Music:
Distrust The System - The Soundings Battle Of The Beast - The Soundings