Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut perang dengan Iran telah berakhir sejak diberlakukannya gencatan senjata pada awal April 2026. Klaim Trump memicu perdebatan karena dinilai bisa menjadi celah untuk menghindari kewajiban hukum meminta persetujuan Kongres AS sesuai War Powers Resolution yang membatasi operasi militer lebih dari 60 hari.
Di dalam negeri AS, polemik pemerintahan Trump pun menguat. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat hingga sebagian dari Partai Republik mempertanyakan dasar hukum klaim bahwa perang Iran telah usai. Di sisi lain, Iran merespons situasi ini dengan mengajukan proposal damai berisi 14 poin melalui mediasi Pakistan. Proposal tersebut menuntut jaminan tidak ada agresi militer, pencabutan sanksi, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan.
Pakar Hubungan Internasional UI, Prof. Hikmahanto Juwana, menilai klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perang Iran sudah selesai merupakan klaim sepihak. Ia menilai ada indikasi perang ini akan dibuat seperti perang Rusia dan Ukraina. Sebab, syarat AS dalam menyudahi perang ini disebut belum terpenuhi.
Simak selengkapnya dalam video berikut.
Editor: Monica Arum
Produser: Adil Pradipta
#PerangIran #Israel #DonaldTrump #ObrolanNewsroom #ONRclips