JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian dr. Myta Aprilia Azmi, seorang dokter magang di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menjadi sorotan publik. Ia meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.
Selama menjalani masa magang, dr. Myta diduga mengalami beban kerja berlebih serta perlakuan yang tidak manusiawi. Pihak keluarga menyebut almarhumah merupakan anak pertama sekaligus tulang punggung keluarga, yang tak lama lagi akan menyelesaikan profesinya sebagai dokter umum. Keluarga pun mendukung penuh proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya dr. Myta.
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) meminta Kementerian Kesehatan segera melakukan investigasi menyeluruh, menyusul adanya dugaan kejanggalan dalam kasus ini. Sejumlah pelanggaran turut disoroti, mulai dari dugaan pelanggaran regulasi dan jam kerja, kelalaian supervisi, hingga dugaan kelalaian medis dan klinis. Selain itu, juga muncul dugaan adanya malpraktik administratif, intimidasi, serta upaya penutupan informasi.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, menyatakan pihaknya turut turun langsung ke Jambi untuk melakukan investigasi. Ia juga menekankan perlunya perbaikan regulasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Saat ini, tim audit dari Kementerian Kesehatan telah tiba di RSUD KH Daud Arif untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Audit juga melibatkan Dinas Kesehatan kabupaten dan provinsi, serta Ikatan Dokter Indonesia. Rumah sakit akan diaudit terkait dugaan pelanggaran kerja, termasuk kemungkinan adanya pengabaian terhadap kondisi kesehatan dr. Myta selama bertugas.
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/666867/menko-pangan-zulkifli-hasan-koperasi-merah-putih-investasi-besar-sdm-desa