JAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.
Sejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.
Kondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.
Para nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.