Indonesia tercatat pernah menggelar operasi intelijen secara senyap di Benua Afrika. Salah satu hasil operasi intelijen yang paling menonjol adalah pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia pada Maret 2011.
Pemerintah Indonesia kemudian mengerahkan satuan gabungan yang berisi pasukan elite TNI. Setelah 46 hari, militer Indonesia akhirnya berhasil membebaskan kapal dan 20 WNI yang disandera.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Mayor Jenderal (Purn) Victor Hasudungan Simatupang, yang ketika itu menjabat sebagai Atase Pertahanan untuk Afrika Selatan dengan pangkat kolonel.
Victor bekerja secara senyap setelah mendapat perintah dari satuan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI untuk mencari informasi teknis.
Victor lantas menemui beberapa jaringan, termasuk intelijen Inggris, Perancis, hingga Amerika Serikat, untuk mendapatkan data teknis posisi perompak, kapal MV Sinar Kudus, dan para sandera.
Operasi tersebut membuahkan hasil dengan keberhasilannya mendapatkan data penting yang sangat akurat. Data inilah yang kemudian disebut menjadi salah satu panduan pasukan khusus saat itu melaksanakan operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus.