JAYAPURA, KOMPAS.TV - Bagi perempuan adat Enggros, hutan menjadi sumber kehidupan. Dari hutan, mereka mendapatkan bahan konsumsi dan penghasilan.
Hutan Perempuan di Kampung Enggros, Abepura, Kota Jayapura, memiliki luas sekitar 32,9 hektare dan menjadi ruang hidup yang dijaga oleh perempuan adat.
Sebagian kawasan dikelola BBKSDA, dan sebagian lainnya merupakan hutan lindung.
Di sini, hanya perempuan yang boleh masuk. Kehadiran mereka menjadi penanda wilayah yang dilindungi. Tidak ada laki-laki yang diperbolehkan masuk, dan pelanggaran terhadap aturan ini dikenai sanksi adat.
Namun kini, Hutan Perempuan menghadapi ancaman serius. Sampah menjadi persoalan utama. Limbah rumah tangga, plastik, hingga limbah cair dari kota terbawa aliran sungai dan berakhir di kawasan mangrove.
Pembangunan infrastruktur di pesisir turut menekan ekosistem. Penebangan mangrove dan limbah dari aktivitas manusia semakin menggerus ruang hidup masyarakat adat.
Di tengah kondisi ini, Mama Nella sebagai perempuan adat tetap bergerak membersihkan sampah, menanam kembali mangrove, dan menjaga hutan dengan segala keterbatasan.
Upaya Mama Nella untuk melestarikan ekosistem di Teluk Yotefa juga mendapat apresiasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua.
Mereka menjadi garda depan dalam perlindungan kawasan, meski belum banyak yang terlibat.
Kondisi ini membuat perjuangan menjaga hutan masih bertumpu pada kelompok kecil di tengah tekanan yang terus meningkat.
Sampah yang berasal dari aktivitas perkotaan, rumah tangga, pasar, hingga usaha, terus mengalir di sepanjang sungai tanpa kendali.
Untuk itu, Perda Nomor 13 Tahun 2017 harus ditegakkan, dan bukan sekadar aturan di atas kertas. Satpol PP dan DLHK Papua pun dituntut bergerak tegas dari hulu ke hilir. Karena tanpa penindakan, Hutan Perempuan akan terus tergerus.
Di akar mangrove, mereka menjaga kehidupan.
Di tengah ancaman, mereka merawat harapan.
Perempuan adat berdiri menjaga warisan, agar Hutan Perempuan tetap lestari untuk masa depan.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/666740/kisah-perempuan-adat-enggros-jaga-hutan-perempuan-di-teluk-yotefa-dari-ancaman-sampah